BukuUnggulan

Torsatorsa Hata Batak “ Inong ”

Penderitaan dan Kehidupan Seorang Ibu

Viralnya beberapa hari belakangan ini pernikahan seorang putri dan katanya tidak mendapat restu dari ibu kandung (Inong), menjadi tontonan masyarakat.  Tanggapan masyarakat atas kejadian tersebut sangat beragam, mulai dari simpati dan penghakiman berseliuran di dunia medsos.

Nasehat untuk kejadian tersebut, sebagaimana diuangkapkan oleh leluhur kita Batak:

Pantun hangoluan, Tois hamagoan
(Kesantunan Awal Kemajuan, Kesombongan Awal Kehancuran)

Ulipe hata pintor, Ulian do hata sae
(Mengatakan yang benar itu baik, namun lebih baik jika berdamai)

Agar kita dapat belajar dan memahami arti dan peran Inong dalam kehidupan ini, maka redaksi memilih buku “Inong” sebagai salah satu bahan (buku) bacaan kita minggu ini.  Dari buku “Inong” ini kita dapat mengetahui siapa Inong dan bagaimana penderitaannya, diantaranya:

  1. Mual ni meme pargoluon ni ganup jolma na sorang tu portibion (sumber dari nasehat dalam menjalani kehidupan setiap orang yang lahir ke dunia ini)
  2. Mansai godang parsorion dohot parguluon ni Inong ganup ari, marmudu-mudu angka gellengna nang rumah tanggana (banyaknya penderitaan dan suka duka kehidupan dari setiap Ibu dalam membimbing anak-anaknya demikian pula rumah tangganya).
  3. Panogu-nogu angka ianangkonna tu na tama jala ture marnatua-tua (Ibu kitalah yang mengarahkan, membimbing, dan memberikan nasehat kepada anak-anaknya, agar miliki perilaku yang baik dan hormat terhadap orangtua).

Bagaimana seharusnya kita anak bersikap, bertindak, dan berperilaku, buku Inong ini dapat sebagai bahan (buku) bacaan yang dapat memperkaya pikiran dan hati kita, serta mengerti bagaiamana penderitaan dan kehidupan seorang Ibu.

Penulis              : S. Mida Silaban.
Spesifikasi        :  14 x 21 cm, Softcover, Book Paper, 168 hal, 2017.
Penerbit            : Selasar Pena Talenta.
Pesan di            : Toko TanoBatak
Harga               : Rp65.000,-

pesan-via-wa

 

Rekomendasi Berita