TEKNOLOGI

Resiko Kebocoran Data, Apa Saja yang Harus Ditakutkan?

TanoBatakNews.com – Belakangan ini, jagat maya Indonesia diramaikan dengan laporan dugaan kebocoran data yang datang bertubi-tubi.

Dua insiden dugaan kebocoran data di antaranya dialami oleh perusahaan fixed broadband IndiHome (PT Telkom) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Keduanya merupakan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengatakan, sekali data bocor keluar dari server, data tersebut akan dapat dikopi berulang-ulang sekalipun kebocoran data sudah ditambal.

Ia menyebut, data yang sudah bocor sudah tidak bisa dikembalikan ke server dan akan berada di internet selamanya.

Menurut Alfons, dalam peristiwa kebocoran data, tidak ada manfaatnya menghukum pengelola data jika pengelola data tidak sadar akan kesalahannya. Pasalnya, hal ini akan berulang lagi.

Alfons juga mengatakan, yang paling menderita kerugian dalam kebocoran data adalah pemilik data, dan bukan pengelola data.

“Pengelola data paling banter hanya mendapat malu karena dianggap tidak kapabel dalam menjaga data. Namun pemilik data harus menanggung akibat dari kebocoran data,” tutur Alfons.

 

Apa yang bisa dilakukan pemilik data ketika datanya bocor?

Kalau yang bocor adalah data kredensial, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah segera mengganti password. Atau jika akun tersebut sudah mengaktifkan perlindungan TFA, maka akun tersebut sebenarnya masih relatif aman meskipun kredensialnya bocor.

Tetapi, jika data yang bocor adalah data lain yang sifatnya rahasia seperti data kependudukan atau data pribadi yang sangat rahasia. Satu-satunya hal terbaik yang dapat dilakukan adalah berdoa kepada Tuhan YME supaya datanya yang sudah bocor dan tersebar itu tidak disalahgunakan dan juga semoga pengeloa data yang bocor tersebut kembali ke jalan yang benar mengelola data dengan bertanggung jawab.

Karena Big Data itu adalah Amanah dan bukan Berkah. Jika Big Data itu dianggap sebagai Berkah dan di eksploitasi dengan semena-mena dan tidak dijaga, maka yang terjadi adalah Musibah.

Lalu, apa sih resiko kebocoran data? Cuma data saja, apa yang harus ditakutkan?

1. Digunakan sebagai dasar untuk merancang rekayasa sosial phishing yang menyasar pemilik data. Penipu memalsukan diri sebagai customer service bank meminta kredensial transaksi untuk mencuri dana nasabah.

2. Data yang bocor digunakan untuk mempermalukan pemilik data. Contohnya jika ada pengguna internet yang dari data browsingnya memiliki penyakit tertentu yang sifatnya rahasia, kecenderungan seksual yang menyimpang, berkunjung ke situs porno atau hal lain yang sifatnya sangat pribadi dan rahasia.

3. Data yang bocor mengandung informasi penting seperti data kependudukan, bisa digunakan untuk membuat KTP bodong dengan blangko KTP membuat KTP palsu dan lalu melakukan tindak kejahatan menggunakan KTP tersebut. Pemilik data yang bocor ini akan menjadi korban dan berurusan dengan pihak berwajib.

4. Cambridge analytica, data yang bocor digunakan untuk profiling korban dan menjadi sasaran iklan atau algoritma untuk merubah pandangan politiknya dan hal ini terbukti mengakibatkan kekacauan politik seperti yang terjadi di Amerika, Brexit dan Arab Spring.

Rekomendasi Berita