BERITADaerahEKONOMI & BISNISEkonomi KreatifPAREKRAF

Ekonomi Kreatif Tulang Punggung Perekonomian

Mampu Bertahan Di Masa Pandemi Covid-19

Ekonomi kreatif terbukti mampu bertahan dibanding sektor lain di masa pandemi Covid-19 sejak awal 2020. Sektor ini diyakini bakal menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa depan.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Jokowi di acara Kon­ferensi Ekonomi Kreatif Dunia (WCCE) Ke-3 di Nusa Dua, Bali, kemarin.

“Sektor ini diprediksi semakin kuat dan diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi inklusif. Pengembangan ekonomi kreatif harus terus dipacu agar menjadi sektor futuristik, tumbuh makin cepat, lebih besar dan maju,” ujar Jokowi.

Hasil karya ekonomi kreatif, menurut Jokowi, ada di semua aspek kehidupan. Hampir se­mua keindahan, kenikmatan, dan kemudahan hidup adalah produk dari industri kreatif. Kota, permukiman, rumah dan interior yang indah, merupakan karya industri kreatif.

Bahkan, berbagai kemudahan melalui aplikasi digital yang ada saat ini, merupakan karya ekonomi kreatif.

Eks Wali Kota Solo ini mengatakan, saat dunia membatasi mobilitas fisik manusia karena pandemi Covid-19, mobilitas karya ekonomi kreatif tetap berkembang.

Beberapa subsektor ekonomi kreatif, seperti aplikasi dan pengembang permainan, televisi dan radio juga tumbuh signifi­kan. Ini dipicu dari konsumsi konten yang meningkat.

Karena itu, lanjut Jokowi, In­donesia akan mendorong peran ekonomi kreatif yang lebih be­sar serta memulihkan ekonomi global.

“Ekonomi kreatif menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan. Karena mampu mendobrak batas geografis, gender, ras dan strata ekonomi,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut Jokowi, untuk membesarkan ekonomi kreatif di tingkat global, Indonesia akan mengambil peran terdepan da­lam membangun ekosistem ekonomi kreatif inklusif.

Gelaran WCCE merupakan inisiatif global yang dirintis sejak 2018, sebagai wahana un­tuk menggaungkan misi kreatif inklusif.

1 2Laman berikutnya

Rekomendasi Berita