Berita UtamaTano Batak

Aktor Dibalik Benih Jagung Bupati Toba

TanoBatakNews.com – Bau sumir tercium pada pengadaan benih jagung di Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. Pengadaan benih jagung yang menghabiskan uang negara senilai Rp 6,1 miliar sarat dengan dugaan korupsi. Bukan hanya itu, 50,040 kilogram benih jagung yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba dikeluhkan petani karena diduga palsu.

Kendati Pemkab Toba telah membantah tudingan tersebut, fakta di lapangan memperlihatkan benih yang ditanam tidak bisa bertumbuh bahkan ada yang membusuk. Menurut Bupati Toba, Poltak Sitorus, program benih merupakan program Pemulihan Ekonomi bagian dari dana refocusing Covid-19.

Sementara itu perubahan penggunaan anggaran harus terlebih dahulu melakukan perubahan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2020 dengan pemberitahuan kepada Pimpinan DPRD.

Selanjutnya dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 atau ditampung dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Bagi pemerintah daerah yang tidak melakukan perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 diinstruksikan harus melakukan penyesuaian dan menyampaikan laporan hasil penyesuaian APBD ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Selain ke Kemenkeu, Pemkab Toba juga harus mengirim hasil penyesuaian ke Kementerian Dalam negeri Kemendagri). Batas waktu penyampaian laporan hasil penyesuaian APBD, paling lama dua minggu setelah ditetapkannya Keputusan Bersama.

Dalam hal kepala Daerah belum menyampaikan laporan hasil penyesuaian APBD, Menteri Keuangan setelah mendapat pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri melakukan penundaan penyaluran DAU dan/atau DBH sampai dengan disampaikannya laporan dimaksud sesuai peraturan perundang-undangan.

Andil Kerabat Bupati

Perencanaan pengadaan lima puluh ton benih jagung pioneer P32 dimulai ketika Asisten Bupati, MS menyarankan dalam rapat yang terjadi bulan Maret 2021, dengan agenda membahas dana refocusing. Kemudian disepakati 10% atau 6,8 milyar rupiah dana refocusing digunakan untuk pemulihan ekonomi masyarakat terdampak langsung covid-19.

Ilustrasi Jagung
Ilustrasi Jagung (Foto: Dok. Kementan)

Pasca ditetapkannya nilai anggaran dan bentuk bantuan, Dinas Pertanian Kabupaten Toba rapat secara marathon. Hasil rapat dikonsultasikan kepada Bupati dan akhirnya disepakati. Benih jagung Pioneer P32 sebanyak 50.040 kilogram untuk 3.000 hektar lahan sawah dilakukan penunjukan langsung non transaksional.

“HPS jagungnya itu Rp105.000 per kilo, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) JS dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SS dari Dinas Pertanian Pemkab Toba. Kesepakatan ini sudah diberitahu kepada Wakil Ketua DPRD Kab. Toba melalui salah satu petinggi di Pemkab Toba,” ungkap Ketua Umum DPP Persatuan Tani Kristen (Pertakin), Jainal Pangaribuan kepada Tanobataknews, Kamis (16/9).

Berdasarkan sumber diperoleh terkait pengadaan benih jagung, pemilihan CV. Singa Tao sebagai penyedia dan dukungan dari UD. Rizky Tani. Kesepakatan ini merupakan hasil pembicaraan yang dilakukan MS dengan SS (suami sepupu Bupati) di Tampahan. Dilanjutkan dengan konsultasi kepada Dinas Pertanian. CV. Singa Tao sebagai penyedia dengan Kuasa Direksi kepada RS merupakan persetujuan SS.

“Kios Rizky Tani ada di Balige,” ujar Jainal.

Negoisasi Koboi

Hasil negoisasi panitia pengadaan dengan CV. Singa Tao, benih jagung dibanderol Rp120 ribu per kilogram dan CV. Singa Tao membeli benih jagung ke UD. Rizky Tani senilai Rp105 ribu per kilogram. Sesuai dengan ketentuan penunjukan langsung non transaksional, bahwa penentuan HPS tidak diperkenankan menggunakan harga kios. HPS dalam penunjukan langsung minimal diambil dari harga di distributor utama atau pabrikan/produsen.

Pembelian benih jagung oleh UD. Rizky Tani dinilai mencurigakan, informasi yang berhasil dihimpun, SS meminjam dana kepada seseorang (X), SS transfer dana via BCA kepada rekening Y di Medan, dan kuitansi senilai 5,2 milyar rupiah dengan dibubuhi meterai diterbitkan oleh UD. Rizky Tani.

Selanjutnya SS dan TS berangkat ke Kawasan Industri Medan dan benih jagung mereka bawa langsung ke LandBow Laguboti Kab. Toba pada tanggal 14 Juli 2021. Serah terima barang dilakukan oleh CV. Singa Tao kepada PPK dan 2 (dua) minggu kemudian CV. Singa Tao menerima pembayaran sebesar 6,1 milyar rupiah.

“Seharusnya UD. Rizky Tani membeli benih jagung kepada produsen Pioneer atau distributor utama di Medan, guna terjaminnya mutu benih,” timpal Jainal yang juga seorang petani.

Dalam pengadaan barang/jasa (benih jagung) dengan menggunakan APBN/APBD sangat kerap sekali menciptakan kerugian negara, banyak dari proses perencanaan tidak dilakukan dengan benar. Tidak sedikit Kepala Daerah yang tersandung kasus korupsi, terakhir Bupati Banjarnegara ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (tim redaksi)

Rekomendasi Berita